Jumat, Mei 11, 2007
Hanya Ada Satu Jalan
Kemaren Mbakde cerita tentang gimana blio menghadapi stresnya beberapa tahun yang lalu. Ceritanya, Mbakde lagi ngerjain proyek pelatihan dan saat itu personil dalam proyek hanya satu orang, Mbakde sendiri. Dengan task yang bejibun, Mbakde berpikir untuk nambah SDM bwt ngerjain proyek itu. Tapi sayangnya, saat itu kantor lagi ga bisa nambah personil. Jadilah Mbakde ngerasa stres ngerjain proyek dan mencari cara buat nyari bantuan (a.k.a rekrut orang baru).

Suatu hari, Pak COO nasehatin Mbakde: De, kamu itu hanya punya satu jalan lurus. Jalan itu tidak belok-belok. Yang harus kamu lakukan hanya menjalani jalan yang yang lurus itu, tidak perlu nyari persimpangan jalan lagi.
(yah, kira-kira gitu kata-katanya, biarpun redaksinya mungkin ga setepat ini).

Trus, akhirnya Mbakde brenti nyari bantuan dan ngerjain semuanya sendirian. And she was safe & done the project!!

Waww... kadang-kadang, kita harus yakin bahwa kita kuat, baru bisa mengerjakan hal-hal yang tampak ga mungkin...
 
posted by Si Melon at 10:28 AM | Permalink |


2 Comments:


  • At 11:46 AM, Blogger eni.rahmayanti

    "Waww... kadang-kadang, kita harus yakin bahwa kita kuat, baru bisa mengerjakan hal-hal yang tampak ga mungkin..."

    iya ya..

    ps nggapenting:
    akhirnya khatam w ngomentarin postinganmu dsni,ho.can't wait for the next >:)

     
  • At 10:04 AM, Blogger ted

    wah jalan yang lurus ya .. sepertinya tidak ada informasi mengenai jalan lurus yang aku dah pernah alami. Semuanya jalan belok2 yang tidak pernah lurus. Halah ...